“Launching” MPN G-2 di Kabupaten Mamasa: Cara Jitu Menggenjot Penerimaan Negara

Salah satu sumber penerimaan negara adalah penerimaan pajak yang dipotong dari belanja APBN/APBD. Seringkali pemotongan dan penyetoran pajak ini terkendala oleh ketiadaan bank/pos persepsi di wilayah tersebut. Pada tahun 2014, Ditjen Perbendaharaan meluncurkan inovasi layanan pembayaran dan penyetoran penerimaan negara secara elektronik yang dikenal dengan Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G-2). Diharapkan inovasi ini akan memudahkan wajib pajak/wajib bayar/wajib setor untuk melakukan transaksi pembayaran penerimaan negara.

Dalam rangka menyosialisasikan implementasi MPN G-2 di Provinsi Sulawesi Barat, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat dan KPPN Majene bekerjasama dengan KPP Pratama Majene, KP2KP (Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan) Mamasa, dan Pemkab Mamasa, mengadakan Launching MPN G-2 di Kabupaten Mamasa pada tanggal 3 November 2015. Sosialisasi ini bertujuan untuk lebih memasyarakatkan penggunaan MPN G-2 oleh bendahara pengeluaran satker/SKPD di Kabupaten Mamasa, mengingat dari hasil evaluasi yang dilakukan jumlah transaksi dengannya masih rendah. Kendala utama kabupaten ini adalah letaknya bukan di jalur utama dengan infrastruktur yang masih terbatas. Oleh karena itu, launching juga menjadi sarana uji coba kesiapan infrastruktur telekomunikasi yang ada.

DSC01995Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulawesi Barat, Catur Ariyanto Widodo, menyampaikan berbagai inovasi layanan berbasis TI yang telah diluncurkan oleh Kementerian Keuangan, antara lain: SPAN, MPN G-2, dan berbagai aplikasi lainnya. Di antara inovasi tersebut, MPN G-2 dimaksudkan untuk memperbaiki proses administrasi penerimaan negara yang ada terutama dengan diperkenalkannya billing system. Dengan perbaikan ini, maka kendala-kendala sistem penerimaan negara sebelumnya seperti ketiadaan teller bank persepsi, banyaknya reversal, dan unmatched data tidak terjadi lagi. Kepala Kanwil juga menyampaikan bentuk sinergi yang ada di Kementerian Keuangan telah menjadi budaya, sehingga sosialisasi yang dilakukan juga melibatkan seluruh stakeholder penerimaan negara di Kemenkeu. Salah satunya dengan KPP Pratama karena tahun 2015 juga telah dicanangkan sebagai Tahun Pembinaan Pajak oleh Presiden Jokowi.

Bupati Mamasa, H. Ramlan Badawi, yang didaulat untuk membuka acara memberikan apresiasi terhadap acara yang diprakarsai oleh Kanwil, KPPN Majene, KPP Pratama Majene, dan KP2KP Mamasa. Menurutnya, dengan adanya sistem baru ini akan meningkatkan penerimaan negara sehingga pembangunan di daerah pun akan cepat meningkat dengan bertambahnya dana bagi hasil pajak yang diterima oleh pemerintah daerah.

DSC02054Antusiasme tinggi dari seluruh bendahara gaji/pengeluaran satker/SKPD yang hadir semakin menambah kemeriahan acara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan masukan terhadap kendala yang sering terjadi pada sistem sebelumnya. Dalam acara ini juga dilakukan simulasi tata cara untuk melakukan penyetoran bagi wajib pajak/wajib bayar/wajib setor yang dilakukan oleh perwakilan peserta dan pihak BRI. Dari hasil simulasi tersebut terlihat bahwa kualitas jaringan internet untuk billing system belum terlalu baik dan sering terputus, sementara untuk pembayaran relatif lebih baik. Hal ini akan menjadi evaluasi dan perlu ditindaklanjuti oleh pihak penyedia jaringan internet.

Maju terus MPN G-2, cara jitu menggenjot penerimaan negara.

Oleh: Akhmad Zakish Shodri

Updated: 23 November 2015 — 11:58

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat © 2014