Rapat Kerja dengan Bank/Pos Persepsi Dalam Rangka Implementasi MPN Generasi Kedua (Sistem MPN G-2)

Pada hari Kamis, 8 Mei 2014, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan rapat dalam rangka persiapan implementasi sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G-2). Rapat diselenggarakan di lantai 4 Gedung Keuangan Negara Mamuju dan dihadiri oleh para pimpinan bank/pos persepsi yang menjadi mitra kerja KPPN Mamuju. Selain itu, hadir pula perwakilan dari KPPN Mamuju dan KPP Pratama Mamuju.

IMG_0932Rapat dimulai tepat pukul 09.00 Wita dan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat Catur Ariyanto Widodo. Kakanwil menuturkan bahwa maksud diselenggarakannya rapat adalah untuk memastikan kesiapan implementasi MPN G-2 oleh bank/pos persepsi di level bawah.

Hal penting yang harus dipahami adalah bahwa dalam sistem MPN G-2 mulai diperkenalkan billing system secara elektronik yang menggantikan sistem manual. Sistem baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan akuntabilitas, fleksibilitas, dan kecepatan penguasaan kas. Surat setoran fisik yang selama ini digunakan diganti dengan “surat setoran virtual”. Penyetor dapat datang ke teller bank/pos hanya dengan membawa kode billing. Karena itu, harus dipastikan bahwa teller dapat menerima penyetor yang hanya membawa secarik kertas berisi kode billing sebagai pengganti surat setoran.

Kode billing dikeluarkan oleh biller, yakni unit eselon I di Kementerian Keuangan yang diberi tugas dan kewenangan untuk menerbitkan dan mengelola kode billing. Pihak biller yang sudah menerapkan MPN G-2 adalah Ditjen Pajak untuk penerimaan perpajakan dan Ditjen Anggaran untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sedangkan Ditjen Bea dan Cukai masih menggunakan MPN G-1 karena sistem penerimaan kepabeanan dan cukai belum self-assessment.

arah_mpnPenerapan MPN G-2 pada prinsipnya memperbaiki layanan kepada masyarakat. Penyetoran penerimaan negara oleh wajib pajak/wajib bayar/wajib setor tidak lagi terbatas pada layanan “over the counter” (datang langsung ke teller bank/pos). Sistem MPN G-2 sudah menyediakan layanan online dan fleksibel. Selain layanan “over the counter” yang masih tetap tersedia, penyetor juga dapat memanfaatkan ATM, EDC (electronic data capture), dan internet banking.

MPN G-2 mulai efektif diterapkan sejak terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK.05/2014 tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik. Namun, dilihat juga kesiapan masing-masing bank/pos. Untuk dapat menjadi bank/pos persepsi yang menerapkan MPN G-2, bank/pos harus lulus dalam UAT (user acceptance test). Bank/pos yang telah lulus UAT akan ditetapkan sebagai bank/pos persepsi yang menerapkan sistem penerimaan negara secara elektronik berdasarkan Keputusan Dirjen Perbendaharaan.

Rapat persiapan implementasi MPN G-2 berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 Wita. Pada saat penutupan, Kakanwil menilai bahwa rapat cukup produktif dengan diketahuinya kondisi bank/pos di wilayah Mamuju dan sekitarnya saat ini. Bank/pos yang menginginkan untuk berdiskusi di kemudian hari dipersilakan untuk berkonsultasi ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat atau KPPN Mamuju.

Updated: 23 July 2014 — 12:51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat © 2014