Semester II 2016, Kinerja Fiskal Sulbar Diprediksi Masih Fluktuatif

  • Liputan FGD Kajian Fiskal Regional Triwulan II Tahun 2016

Negara hadir untuk kesejahteraan rakyatnya. Kebijakan fiskal dimaksudkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi, kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, serta keadilan dalam distribusi pendapatan.

Bertempat di Mini TLC Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat,  Kamis 13 Oktober 2016, dilaksanakan focus group discussion  (FGD) Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan II 2016.

fgd3

Plh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat Gunawan Supriyanto dalam sambutannya ketika membuka acara mengatakan, “KFR ini diarahkan pada analisis fiskal dan makroekonomi yang dapat digunakan dalam pencapaian tujuan kebijakan fiskal. Analisis fiskal diharapkan dapat memfasilitasi pencapaian tujuan-tujuan makroekonomi dalam mendukung pencapaian fungsi APBN terkait alokasi, distribusi, dan stabilisasi seperti menyediakan informasi untuk penyusunan kerangka ekonomi makro yang menjadi dasar penyusunan kebijakan fiskal/penyusunan APBN/APBD dan sebagai alat analisis dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kebijakan fiskal pemerintah telah sesuai dengan tujuan makroekonomi yang telah ditetapkan.”

fgd2Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat dan pegawai lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat, dan perwakilan Pemerintah Daerah.

Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II/A Kanwil Perbendaharaan Hari Purwanto selaku narasumber pada FGD ini menyampaikan Perkembangan dan Analisis Ekonomi Regional, Perkembangan dan Analisis Pendapatan, Perkembangan dan Analisis Belanja, Perkembangan dan Analisis Pembiayaan serta Berita Fiskal Terpilih.

fgdDalam pemaparannya, Hari menjelaskan bahwa secara global makroekonomi di Sulawesi Barat masih terpengaruh oleh perekonomian nasional. Hal ini dibuktikan dengan trend pola PDRB ADHB (q to q) Sulawesi Barat dari Triwulan I 2014 sampai dengan Triwulan II 2016 berbentuk kurva “∩” setiap tahunnya, dan pola tersebut mengikuti pola PDB Nasional. Kinerja Fiskal baik penerimaan maupun pengeluaran menunjukkan tren yang positif sampai dengan Triwulan II 2016. Namun, kenaikan kinerja tersebut tidak serta merta disebabkan oleh performa ekonomi, melainkan disebabkan oleh penurunan target kinerja itu sendiri. Hal ini disebabkan salah satunya oleh pemotongan target pelaksanaan anggaran.

Kinerja Fiskal Sulawesi Barat pada Semester II 2016 diperkirakan masih sangat fluktuatif mengingat kondisi perekonomian nasional yang masih belum stabil. Implementasi Pengampunan Pajak dan struktur baru APBN-P menjadi kunci suksesnya pembangunan nasional dan regional, mengingat defisit anggaran yang dipatok maksimal 3% dari PDB.

Sebagai penutup, Hari mengangkat Berita Fiskal Terpilih yang menyoroti tentang kontribusi penganggaran terhadap program sapi potong dan target penurunan harga daging sapi untuk wilayah Sulawesi Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat © 2014